BRAMAKHA.COM
Info Gunung dan Wisata

3 Misteri Gunung Klabat

3misteri Gunung Klabat yang membuat bulu kudu berdiri

0 178
Gunung Klabat
Sumber Gambar : hananto wicaksono

Gunung Klabat merupakan Gunung tertinggi di Sulawesi Utara ketinggiannya yang mencapai 1995 mdpl. Selain memiliki predikat  Gunung tertinggi, Gunung Klabat juga menyimpan kisah yang sangat sulit di pahami oleh banyak Pendaki.

Menurut penuturan para pendaki yang sudah dua kali ini mencoba trek pendakian Gunung Klabat, baru sekarang dia bisa menyaksikan dari dekat salah satu tempat yang paling sering dijadikan bahan cerita misteri di kalangan pendaki.

Saat mulai mendaki pada  pagi sudah menjelang, para pendaki ini sudah tiba di pos peristirahatan kedua seusai mencoba medan pendakian yang cukup panjang dan melehakan, sekitar satu jam perjalanan yang di tempuh dari pos 1.

Cerita Misteri di Pos 2 Gunung Klabat

Misteri Batu besar dan Topi Koboi

pos 2 Gunung Klabat
Sumber Gambar : jettoxoduz (instagram)

Para pendaki yang berjumlah 3 orang tersebut beristirahat dipos 2 dan salah satu dari mereka bergumam dalam hati “ Di sinilah tempatnya”.

Beristirahat sejenak untuk melepas lelah dan mengisi perut dengan bekal seadanya, mereka kemudian melanjutkan perjalanan untuk melanjutkan perjalanan menuju pos 3 yang bisa ditempuh dengan waktu sekitar 45 menit.

Sendiri Gunung Klabat
Sumber Gambar : rizal_wiliam (instagram)

Ternyata tempat yang menjadi pembicaraan para pendaki adalah sebuah batu besar, dengan bagian atasnya agak datar.

Terdapat beberapa tulisan yang berada di depan batu tersebut. Pandangan pendaki tersebut tertuju pada sebatang kayu yang tertancap persis berada di depan batu besar tersebut.

Di bagian atas daripada kayu tersebut terdapat sebuah topi yang mirip dipakai oleh para koboi jadi para pendaki menyebutnya dengan sebutan topi “koboi”.

Topi Koboi ini sudah ditumbuhi lumut menandakan topi tersebut sudah lama berada di situ, namun siapa dan apa yang yang terjadi dengan pemilik topitersebut hingga kini masih menjadi misteri.

Namun di Topi tersebut tertulis “Tuama Oi”, orang menyebutnya sebagai Tetua atau panggilan kepada pria yang di hormati dari kalangan Adat Minahasa.

Tari minahasa gunung Klabat
Sumber Gambar : sandyshu09 (instagram)

Namun yang pasti topi ini sudah berada di tempat ini dalam waktu yang lama, hingga lumut sudah tumbuh diatas topi tersebut.

Disekeliling Batu besar tersebut  tepatnya di depan topi Koboi, terdapat sisa pembakaran arang dan sedikit berbau kemenyan, terdapat pula semacam dedaunan yang di bentuk sedemikian rupa yang didalamnya berisi makanan.

Salah satu pendaki bercerita bahwa tempat ini adalah tempat orang sekitar berdoa sambil membawa sesajen

Pendaki tersebut  terheran heran, kenapa masyarakat sekitar harus jauh – jauh berdoa ditempat yang sunyi ini dan untuk siapa doa tersebut di peruntukkan.

Namun di jelaskan oleh pendaki lainnya bahwa aktifitas “Mistis” penduduk sekitar sudah berlangsung cukup lama, dan banyak dilakukan oleh masyarakat sekitar Gunung Klabat.

Masih menurut penuturan pendaki tersebut, para penduduk yang mau berdoa biasanya membawa Rokok, dan makanan untuk persembahan di tempat tersebut.

Lampu Headlamp Mati

Malam Gunung Klabat

Cerita datang dari pendaki yang melakukan pendakian pada malam hari, waktu ada acara bersama dengan Mapala di puncak Gunung Klabat.

Pendaki ini bercerita sebenarnya dia mendaki sendirian karena sudah ditinggalkan oleh kelompok mapala yang lain, yang sudah duluan sampai puncak Gunung Klabat.

Hutan gunung Klabat
Sumber gambar : kumis.tipis97 (instagram)

Dalam pendakiannya ini dia merasa lelah dan harus beristirahat di pos 2, sesampainya di pos 2 dan beristirahat di batu besar tersebut sambil mengisi perut untuk tambahan tenaga, tiba – tiba headlamp yang dia kenakan mendadak mati.

Dicoba di hidupkan kembali tidak bisa padahal headlamp yang dia kenakan masih baru dan baterainya pun masih penuh. Setalah dicoba tidak bisa dia mencoba menyalakan obor minyak yang ia persiapkan.

Namun setelah obor tersebut menyala tidak berapa lama obor itupun padam begitu berulang ulang, setelah headlamp dan obor yang di gunakan mati, pendaki ini mencoba menyalakan lilin.

Setelah lilin dinyalakan sama seperti obor tadi, api dari lilin tersebut seperti ada yang meniup hingga lilinnya mati.

Dalam keadaan gelap gulita tidak ada penerangan serta kabut mulai turun pendaki yang terbilang berani ini pun melanjutkan perjalanan naik ke puncak. Hanya berbekal insting, dikarenakan semau peralatan penerangan tidak bisa digunakan.

Sesampai di pos 3 percaya atau tidak percaya headlamp yang ia kenakan tiba – tiba menyala lagi dan membuat dia lega dan ia terus melanjutkan perjalannya.

Sosok Pembawa Anjing

Anjing Gunung Klabat
Sumber Gambar : arizkart (instagram)

Masih cerita di pos 2 jalur pendakian Gunung Klabat, diceritakan bahwa pada saat segerombolan pendaki sedang istirahat makan di pos 2 untuk menambah tenaga yang hampir terkuras.

Setelah selesai melakukan istirahat dan beranjak mau melanjutkan ke pos 3, namun belum sempat jalan jauh terdengar dari atas suara – suara anjing yang mendekat.

Tidak mau sorot headlampnya menyilaukan mata yang datang dari atas, maka sorot headlamp dari pendaki ini di turunkan kebawah.

Namun alangkah kagetnya para pendaki ini disaat berpapasan dengan orang yang membawa binatang yang mirip anjing yang jumlahnya sekitar 9 ekor dengan tali yang di satukan.

Wajah pembawa binatang tersebut terlihat jelas waktu berpapasan yang membuat bulu kuduk berdiri serta jantungnya berdegup kencang.

Bagaimana tidak bergetar melihat wajah asli sang pembawa 9 ekor binatang tersebut, pas dilihat wajahnya tidak ada mata, hidung serta mulut hanya seperti Plat lempengan yang datar.

Berusaha tidak takutan dan panik para pendaki ini kemudian melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Klabat.

Menurut Cerita dari penduduk sekitar apabila pendaki menemui orang dengan membawa 9 ekor binatang, biasanya itu pertanda bahwa pendaki akan hilang di kawasan Gunung Klabat.

Namun apapun itu bukan hanya terjadi di Gunung Klabat saja namun hampir seluruh pegunungan pasti menyimpan kisah misteri yang mengikutinya, kemabli lagi ke pada diri pribadi untuk percaya ataupun tidak. Namun yang pasti berlakulah sopan di manapun tempat kamu berada.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

×