BRAMAKHA.COM
Info Gunung dan Wisata

Kisah Misteri Gunung Jayawijaya

Kisah Misteri Gunung Jayawijaya yang membuat merinding

Selain keindahan pesona alam yang mempesona, Gunung Jayawijaya juga menyimpan kisah misteri yang bisa membuat bulu kuduk berdiri

0 217
cartensz pyramid Gunung Jayawijaya
Sumber Gambar : loukie (instagram)

Gunung Jayawijaya merupakan gunung yang tertinggi di Indonesia, bahkan ketika Gunung jayawijaya disandingkan dengan gunung yang ada di Asia, maka Gunung Jayawijaya yang letaknya di Provinsi Papua ini memiliki Puncak yang paling tinggi.

Gunung Jayawijaya memiliki ketinggian sekitar 4.000 mdpl sehingga banyak pendaki yang ingin melakukan pendakian ke gunung yang unik ini.

Namun seperti gunung-gunung yang lain yang berada di Nusantara ini, Gunung Jayawijaya yang berada di Pulau Papua ini juga memiliki misteri, yang cukup membuat orang yang mendengar nya bulu kuduk menjadi merinding.

Beberapa misteri yang berada di Gunung Jayawijaya adalah sebagai berikut:

Penampakan makhluk luar angkasa

UFO gunung jayawijaya
Sumber Gambar : twisedbeatuy28 (instagram)

UFO  (Unidentified Flying Object ) seperti yang kita tahu bersama bahwa keberadaan benda tersebut hanya brada di film – film yang tayang di layar televisi, ataupun keberadaanya berada di luar negeri, namun siapa sangka UFO tersebut juga pernah terlihat sedang melintas di atas Gunung Jayawijaya.

UFO  (Unidentified Flying Object ) yang diduga bersemayam di daerah sekitar Gunung Jayawijaya ini disebutkan atau diceritakan oleh seorang penumpang bus yang mengungkapkan pengalamannya pada saat melihat benda tersebut.

Postingan Direkomendasikan

Diceritakan Pada suatu hari dia menumpang bus sehabis pulang bekerja menuju ke bandara di wilayah Timika. Pada saat bus melewati jalan yang terjal, bus tersebut berhenti untuk beristirahat, Sopir beserta semua penumpang bus ikut keluar untuk sekedar meluruskan kaki dan ada yang buang air kecil.

bus stop gunung jayawijaya
Sumber Gambar : rockinlandicon (instagram)

Setelah di luar para penumpang melihat pemandangan gunung Jayawijaya serta ada yang motret dengan Sukaria.

Namun setelah beberapa saat mengambil gambar orang tersebut terkejut saat melihat hasilnya, di dalam foto terdapat penampakan sebuah objek hitam yang berukuran besar yang berada di dekat Tower yang menyerupai piring terbang melayang di atas tower.

Entah Dari mana asal objek tersebut Apakah benar benar itu penampakan Sebuah UFO yang dalam artian pesawat yang tidak teridentifikasi yang biasa digunakan oleh makhluk luar angkasa seperti yang berada di film-film atau hanya sekedar noda di dalam foto.

Apabila benar maka memang Gunung Jayawijaya menjadi salah satu sarang uFO serta makhluk luar angkasa yang tempat persembunyiannya masih menjadi misteri.

Misteri Danau Habema

habema lake gunung jayawijaya
Sumber Gambar : adventureideas (instagram)

Danau Habema ialah danau yang letaknya yang tertinggi di Indonesia, ketinggiannya yang mencapai 3.225 mdpl serta mempunyai luas 224,35 hektare.

Danau Habema mempunyai nama asli adalah Yoginopa, namun Danau ini lebih dikenal dengan nama Habema.

Habema sendiri adalah nama perwira kolonial Belanda yang menemukan Danau tersebut di saat memimpin ekspedisi lorenz pada tahun 1909 yaitu Letnan Habema.

Suhu yang berada di tempat ini dinginnya luar biasa, pada siang hari suhunya berkisar di antara 7 sampai 8 derajat Celcius, serta pada malam hari suhunya bisa turun sampai mendekati 0 derajat Celcius.

Penduduk yang mendiami sekitar Danau Habema adalah Suku Dani, suku Dani percaya bahwa Danau tersebut merupakan sumber kesuburan serta kehidupan, sehingga Suku Dani Sangat mengkeramatkan nya.

Di Danau Habema banyak terdapat flora serta fauna langka seperti burung cendrawasih, astrapia, serta bunga anggrek hitam yang sangat langka.

sarang semut gunung jayawijaya
Sumber gambar : shar_1804 (instagram)

Terdapat pula rumah semut yang konon bisa menjadi obat segala penyakit,yang banyak di cari oleh para pemburu obat yang dikenal dangan nama Sarang Semut.

Akan tetapi ada sebuah larangan yang tak tertulis di danau ini untuk pengunjung serta pendaki, larangan tersebut yaitu tidak boleh membunuh atau membawa pulang hewan dan tumbuhan yang hidup di sekitar Danau Habema  khususnya dan di kawasan gunung jayawijaya pada umumnya.

Apabila hal tersebut dilanggar oleh pengunjung maupun pendaki maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti pengunjung dan pendaki tidak bisa pulang dengan selamat.

Tidak boleh bercerita tentang hal mistis

2 pendaki gunung jayawijaya
Sumber Gmabar : sinema_traveler (instagram)

Ketika para pendaki melakukan pendakian ke Gunung Jayawijaya, ada sebuah larangan yang tidak boleh dilanggar oleh para pendaki maupun pengunjung, yang oleh penuturan Suku Dani para pendaki serta pengunjung yang melakukan aktifitas pendakian  Gunung Jayawijaya tidak boleh sedikitpun menceritakan atau menyinggung hal-hal yang berbau mistis.

Apabila para pendaki melanggar larangan tersebut ditakutkan sesuatu yang diceritakan tadi akan berakibat nyata kepada si pencerita.

Meskipun terdengar aneh akan tetapi hal tersebut sudah menjadi kepercayaan Suku Dani sebagai suku yang berada di Gunung Jayawijaya.

Jadi untuk para pendaki ataupun pengunjung agar berhati-hati dalam berucap agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tidak boleh BAB di Gunung

basecamp danau gunung jayawijaya
Sumber Gambar : chintyatengens (instagram)

Pendaki yang melakukan aktivitas pendakian ke Gunung Jayawijaya tidak diperbolehkan melakukan BAB di sembarang tempat, kalau di tempat pendakian yang bukan di Gunung Jayawijaya  biasanya para pendaki akan  melakukan hal tersebut bisa dilakukan di semak-semak.

Namun hal tersebut berbeda di saat para pendaki melakukan pendakian ke Gunung Jayawijaya. Dikarenakan Suku yang berada di sekitar kawasan Gunung Jayawijaya sangat menghormati keberadaan Gunung ini, di Gunung Jayawijaya hal tersebut dapat diartikan tidak menghormati atau tidak sopan terhadap Gunung.

Karena Suku yang berada di wilayah ini beranggapan bahwa Gunung Jayawijaya merupakan gunung yang dianggap suci oleh masyarakat sekitar Gunung Jayawijaya.

Jadi alangkah baiknya untuk para pendaki tidak Buang Air Besar di Gunung Jayawijaya agar para pendaki selamat saat melakukan aktifitas pendakian.

Gunung berselimut salju

salju gunung jayawijaya
Sumber Gambar : mitrakitatour (instagram)

Ada suatu keunikan yang bisa kalian lihat pada Gunung Jayawijaya, gunung ini disebut unik karena memiliki glacier yang terdapat di puncak Gunung Jayawijaya.

Padahal seperti yang kita ketahui bersama semua daerah yang berada di nusantara ini beriklim tropis, sehingga tidak memungkinkan sebuah gunung memiliki salju.

Akan tetapi hal tersebut tidak berlaku pada Gunung Jayawijaya yang merupakan gunung tertinggi di Papua serta Indonesia tersebut.

Di atas Puncak gunung Jayawijaya yang punya nama lain Cartensz Pyramid ini yang tidak disangka mempunyai Salju yang menyelimuti dinding terjalnya. Salju yang menyelimuti dinding terjalnya disebut sebagai salju abadi.

Namun Sangat disayangkan salju gunung yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki makin lama makin terkikis karena pemanasan global, yang dikawatirkan kedepan nya, salju yang menutupi Gunung Jayawijaya hanya akan menjadi cerita buat anak cucu kita kelak.

Mereka tidak bisa melihat langsung bahkan menikmati keindahan salju yang berada di Gunung yang beriklim Tropis tersebut.

Jaga sikap perilaku

Jembatan tali gunung jayawijaya
Sumber Gambar : m.afifulanam (instagram)

Para pendaki yang akan mengunjungi atau mendaki Gunung Jayawijaya agar menjaga adab perilaku serta perkataan, pada saat melakukan pendakian bukan hanya Gunung Jayawijaya saja namun aturan adab perilaku ini berlaku pada semua gunung yang berada di Nusantara ini.

Dan itu sudah menjadi peraturan yang wajib di taati oleh semua pendaki, meski aturan tersebut tidak tertuang pada secarik kertas maupun papan pengumuman.

Khusus untuk Gunung Jayawijaya para pendaki selain dihadapkan dengan cuaca Gunung yang terbilang sangat ekstrim sehingga hipotermia bisa menyerang kapan saja.

Juga wajib memiliki sopan dan santun di saat melakukan aktivitas pendakian,  apabila para pendaki tidak atau kurang beradab, maka para pendaki ditakutkan akan menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti aktifitas  pendakian tidak berjalan lancar, pendaki tersesat, hingga nyawa para pendaki menjadi taruhannya.

Dingo, penjaga puncak Cartensz

dingo gunung jayawijaya
Sumber Gambar : dingo.papua (instagram)

Menurut suku yang mendiami wilayah Gunung Jayawijaya yaitu Suku Moni menceritakan secara turun temurun bahwa di Gunung Jayawijaya terdapat seekor anjing yang mirip dengan serigala anjing ini bernama Dingo.

Sesuai penuturan suku Moni Dingo ini merupakan penjaga dari puncak Cartensz, apabila ada orang jahat yang mendekat maka dingo akan berubah menjadi manusia yang gagah perkasa dan akan membunuh orang yang mempunayi niat jahat tersebut dengan memakan hatinya.

Dingo menurut Suku moni yang menceritakan secara turun temurun bahwa, Dingo merupakan Tuan tanah puncak Cartensz serta wilayah yang berada di sekitarnya.

Dingo akan mengetahui mana orang yang berlaku jahat dan mana orang yang berlaku baik, dan Dingo ini memiliki suara yang bagus apabila sedang bernyanyi.

Dingo ini hidup di alam bebas mereka tidak boleh di pelihara dan sangat di hormati oleh Suku Moni, oleh sebab itu dingo ini sangat sulit di temui oleh para pendaki ataupun pengunjung, akan tetapi akan mudah di temui oleh suku Moni tersebut.

Begitulah beberapa kisah misteri yang berada di Gunung Jayawijaya, para pendaki bisa menjadikan informasi tersebut menjadi suatu pembelajaran, dan tidak perlu menjadikan sebagai kisah yang menakutkan.

Sebab selamat atau tidaknya para pendaki saat melakukan pendakian tetaplah menjadi kuasa Tuhan. Pendaki hanya menjalankan dan tetap waspada terhadap medan dan lingkungan dimana para pendaki melakukian aktifitas pendakian.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

×