BRAMAKHA.COM
Info Gunung dan Wisata

Wisata Alam Kalibiru, Keindahan Alam Kulon Progo

Wisata Alam Kalibiru, Keindahan Alam Kulon Progo yang mempesona wisatawan

0 382
wisata kalibiru, wisata alam kalibiru
Sumber Gambar : malaikatdurjana (instagram)

Wisata Alam Kalibiru, Keindahan Alam Kulon Progo

Di artikel ini akan mereview sekaligus mendeskripsikan objek wisata di Kulon Progo. Simak selengkapnya hingga akhir artikel.

Kota Jogja merupakan salah satu kota yang memiliki banyak tempat pariwisata salah satunya objek wisata Kalibiru yang letaknya di Kabupaten Kulon Progo.

pemandangan hijau, wisata alam kalibiru
Sumber Gambar : anootherni (instagram)

Kalibiru merupakan objek wisata alam yang mempunyai spot-spot  latar belakang foto selfie maupun welfie, seperti rumah pohon dengan latar belakang keindahan waduk sermo.

Para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata ini tidak di pungut biaya tiket masuk yang mahal, dengan fasilitas yang lumayan lengkap.

Sehingga para pengunjung tidak perlu khawatir apabila berkunjung ke objek wisata alam Kalibiru ini.

Objek wisata alam Kalibiru yang mempunyai jarak dari pusat kota Jogja sekitar 40 km, dan dapat di tempuh dengan berkendara selama 1jam perjalanan, menuju arah barat, alamat tepatnya di wilayah Kulon Progo.

Di objek wisata ini, para pengunjung akan di suguhkan pemandangan yang menarik untuk dipandang, para pengunjung yang akan menuju objek wisata kalibiru harus sangat berhati-hati serta membutuhkan kondisi kendaraan yang prima.

Dikarenakan jalan yang akan di lalui menuju objek wisata alam kalibaru yang berupa tanjakan, dan banyak kelokkan.

Sehingga membutuhkan kewaspadaan dari setiap pengemudi dan ke kuatan dari kendaraan para pengunjung untuk bisa melalui jalan tanjakan.

Sejarah Objek Wisata Alam Kalibiru

Terdapat sebuah cerita yang menarik tentang terciptanya objek wisata kalibaru ini. Hal ini tidak lepas dari perjuangan masyarakat sekitar serta pemerintah daerah saat itu.

Dikarenakan merasa prihatin akan kelangsungan ekosistem lingkungan dan keadaan sosial ekonomi masyarakat pada saai itu.

Sekitar tahun 1930an. Di daerah yang saat ini menjadi sebuah waduk, yang bernama waduk Sermo serta daerah yang berada di sekitar kawasan perbukitan Menoreh.

waduk sermo, wisata alam kalibiru
Sumber Gambar : handi_nurpalah (instagram)

Yang dahulu merupakan sebuah perkampungan penduduk yang sudah ada sejak lama dan di turunkan secara turun temurun. Dan menjadi petani merupakan mata pencaharian masyarakat saat itu.

Selama masa kolonialisme Belanda pada tahun 1930an sampai 1945, dari seluruh pemukiman yang barada di kawasan tersebut.

Sebagian diantaranya di pindahkan secara paksa dengan penggantian kompensasi yang jumlahnya sangat kecil.

Pemerintahan saat itu beralasan kawasan tersebut akan di jadikan kawasan hutan negara penghasil kayu sehingga memerlukan lahan untuk di jadikan kawasan hutan Negara.

Salah satu cara ialah dengan memindahkan perkampungan tersebut dengan cara paksa.

Setelah masa kemerdekaan, dan Bangsa Belanda pergi dari kawasan tersebut, kemudian pemerintah Indonesia mengambil alihnya sampai pada tahun 1964.

Pemerintah berhasil menanami kembali Hutan Negara, sehingga menjadi hutan yang rindang dan banyak di penuhi pohon yang memiliki ukuran yang besar-besar.

Di kawasan tersebut akhirnya menjadi kawasan yang subur, mempunyai mata air yang tidak pernah kering, sehingga para penduduk tidak pernah kekurangan air, meskipun pada musim kemarau.

Juga kawasan ini tidak pernah mengalami bencana alam berupa tanah longsor, penduduknya merasa aman dan tentram dengan kondisi alam saat itu.

Seiring berjalannya waktu, sekitar tahun 1964 sampai tahun 2000an, Hutan Negara yang awalnya memiliki kawasan yang subur dan di tumbuhi banyak pohon mulai di tebang dan terjadi pembalakan liar yang tidak terkontrol.

Sehingga pada tahun 1997-2000 pada masa Reformasi. Menjadi puncak pembalakan secara besar-besaran, dikarenakan pengawasan dari pemerintah pada saat itu sangat lemah.

Puncaknya, masayarakat yang berada dikawasan tersebut sering mengalami bencana kekeringan, jika musim kemarau tiba dan bencana tanah longsor saat terjadi hujan yang berkepanjangan.

Dan bukan hanya itu saja yang di timbulkan akibat pembalakan liar hutan negara, perekonomian masyarakat juga ikut terpengaruh di akibatkan hasil dari sektor pertanian yang sering gagal.

Hingga pada akhirnya, dengan melihat kawasan tersebut yang semakin memprihatinkan, beberapa tokoh masyarakat serta LSM yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungan yang berada di sekitar perbukitan Menoreh.

Yang pada akhirnya melakukan sosialisasi serta pendampingan terhadap para penduduk sekitar kawasan hutan.

Dengan tujuan menyadarkan para penduduk yang mendiami sekitar kawasan hutan betapa pentingnya keberadaan hutan negara di kawasan tersebut.

Sekitar tahun 2000an, para relawan tersebut membentuk kelompok tani yang berjumlah sekitar 7 kelompok yang terdiri dari 3 desa atau kelurahan serta 2 kecamatan.

Tepatnya  pada tanggal 15 Februari tahun 2003, kelompok tani yang berjumlah 7 kelompok tadi mendapat surat keputusan tentang pemberian izin sementara, untuk bisa mengelola hutan kemasyarakatan dengan jangaka waktu 5 tahun.

Namun setelah berjalan beberapa waktu, terdapat beberapa kelompok tani yang tidak mendapatkan izin kelola untuk bisa mengelola hutan Negara, dengan alasan beberapa  desa tersebut masuk kedalam kawasan hutan lindung.

Sehingga untuk mencarikan solusi atas permasalahan tersebut, LSM serta beberapa perwakilan masyarakat melakukan musyawarah bersama pemerintah setempat, untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan tersebut.

hutan, wisata alam kalibiru
Sumber Gambar : awe777 (instagram)

Sekitar tahun 2008 para kelompok tani yang tidak mendapatkan izin tersebut mengusulkan untuk tetap bisa mengelola kawasan hutan Negara, namun bukan untuk di jadikan tanah garapan, melainkan di jadikan tempat wisata.

Yang pada akhirnya dengan mengangkat ciri khas desa sekitar, seperti adat budaya, serta budaya gotong royong masyarakatnya, sehingga dengan kesepakatan bersama, daerah tersebut akhirnya dijadikan tempat wisata dan dinamakan Kalibiru.

Alamat Dan Rute Ke Objek Wisata Kalibiru

Wisatawan yang ingin berkunjung ke objek wisata kalibiru bisa menuju ke Dusun Kalibiru, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten  Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Yang mempunyai jarak sekitar 40 km dari pusat kota Jogja, dan bisa di tempuh dengan lama perjalanan sekitar 1 jam perjalanan, dengan menggunakan kendaraan pribadi berupa mobil maupun motor.

Namun patut disayangkan, untuk transportasi umum, belum ada trayek  yang menuju langsung ke objek wisata kalibiru.

Apabila para pengunjung yang berasal dari luar kota Jogja,  bisa menyewa kendaraan sebagai alternatif untuk berkunjung ke objek wisata kalibiru.

Untuk rute menuju objek wisata alam Kalibiru yang paling dekat dari pusat kota Jogja adalah dengan melalui jalan Nasional, atau yang biasa disebut dengan jalan Wates.

Dari Malioboro para wisatawan, bisa mengarahkan kendaraannya menuju perempatan besar 0 km ( Bank BNI & Kantor Pos Besar ).

Dari perempatan tersebut belok kan kendaraan ke arah kanan menuju jalan K.H. Achmad Dahlan, lurus terus sampai menemukan perempatan parkir Ngabean.

Dari perempatan parkir Ngabean, para pengunjung masih lurus terus hingga sampai di perempatan Patangpuluhan. Dari sini masih saja lurus di jalan Wates hingga melewatin pertigaan Gamping.

Dari sini para pengunjung tinggal mengikuti jalan wates dengan jarak tempuh sejauh 25 km. Hingga menemukan sebuah tugu berupa patung Nyi Ageng Serang.

Dari perempatan tugu Nyi Ageng Serang, silahkan membelokkan kendaraannya ke arah kanan menuju jalan Brigjen Katamso.

Dari sini para pengunjung tinggal lurus sampai di pertigaan sebelum Stasiun Wates, dari pertigaan tersebut belok kan kendaraan ke arah kiri melewati Rel.

Dari sini perjalanan masih lurus sampai melewati RSUD Wates serta melalui jalan Kokap-Sermo. Para wisatawan tinggal mengikuti jalan tersebut dengan jarak kurang lebih sejauh 8 km.

Dan sebagai tanda bahwa para penginjung sudah sampai di objek wisata Kalibiru ialah, para wisatawan bisa melihat keberadaan danau.

Para pengunjung hanya tinggal mengikuti rambu petunjuk arah yang berada di sekitar Waduk Sermo.

Dari situ perjalanan akan mulai naik dengan jalanan yang menanjak. Sehingga perlu kewaspadaan dan kehati-hatian dari pengemudi untuk bisa melalui jalan ini.

Apabila pengunjung masih belum paham rute yang sudah di sebutkan diatas, para pengunjung bisa menggunakan aplikasi google maps untuk menemukan objek wisata alam kalibiru.

Jam Operasional Dan Harga Tiket Kalibiru

Di objek wisata ini para pengunjung bisa mengunjungi kapan saja, namun waktu yang paling baik yaitu pada pagi hari atau sore hari dengan alasan mentari yang bersinar belum terlalu terik.

Sehingga udara disini masih terasa sejuk dengan keberadaan pepohonan hutan yang berada di sekitar objek wisata alam kalibiru.

Objek wisata alam Kalibiru sendiri dibuka untuk para pengunjung mulai pukul 08.00 sampai  17.00.

Objek wisata alam Kalibiru mematok biaya retribusi masuk kawasan cukup terjangkau yaitu sebesar Rp. 10.000 saja, namun biaya tersebut diluar biaya tempat untuk berfoto.

Untuk biaya tempat berfoto sendiri pengelola membebankan tarif yang berfariasi mulai dari Rp. 10.000 sampai Rp. 30.000 per orang, dan tergantung dari tempat untuk melakukan sesi pemotretannya.

Di objek wisata alam Kalibiru juga bisa terdapat jasa pengambilan foto. Apabila para pengunjung menggunakan jasa tersebut, harus merogoh kocek sebesar Rp. 5.000 per file foto.

Harga tersebut bisa lebih murah lagi apabila untuk para wisatawan yang datang berkelompok atau rombongan. Nantinya file tersebut akan dikirim ke smartphone para wisatawan oleh petugas yang berada di sekitar tempat berfoto.

Fasilitas Objek Wisata Alam Kalibiru

pengelola objek wisata ini terus berbenah dari waktu kewaktu, terhitung sejak tahun 2008 – 2009 hingga sekarang selalu meningkatkan kualitas tempat wisata alam Kalibiru ini.

Beberapa fasilitas tersebut antara lain :

Area parkir kendaraan pengunjung yang luas,

Mushola,

Aula pertemuan yang bisa disewa untuk berbagai keperluan,

Penginapan atau home stay,

Spot foto yang terdapat di beberapa sudut kawasan wisata alam kalibiru,

Toilet yang bersih dan nyaman yang bisa di gunakan para pengunjung,

Serta sudah tersedianya warung penjual berbagai keperluan para pengunjung termasuk warung makan.

Sekarang giliran anda, yang belum pernah melakukan kunjungan ke objek wisata alam kalibiru, segera agendakan waktu liburan anda untuk bisa mengunjungi objek wisata alam Kalibiru.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

×