BRAMAKHA.COM
Info Gunung dan Wisata

Gunung Papandayan Tersimpan 4 Misteri Yang Menyeramkan

Misteri Gunung Papandayan

0 160
gunung papandayan cover
sumber gambar : Gunung Papandayan (facebook)

Daerah kawasan Gunung Papandayan yang terletak di Kecamatan Cisurupan , Garut , Jawa Barat ini terdapat banyak misteri antara lain akan dijelaskan didalam artikel ini sebagai berikut :

1. Hutan Mati

hutan mati gunung papandayan
sumber gambar : @bjoey.21 (facebook)

Hutan Mati merupakan kawasan sabana yang memiliki pepohonan mati. Hal ini ditunjukan dengan adanya batang – batang pohong yang sudah kering dan tidak berdaun lagi.

Keunikan dari Hutan Mati ini menawarkan suasana yang nampak berbeda dari pemandangan gunung lainnya dan jauh lebuh eksotis. Dan Hutan Mati Gunung Papandayan mempunyai sejarah tersendiri.

Sejarah Hutan Mati ini menyatakan bahwa terbentuknya hutan ini karena adanya letusan Gunung Papandayan yang begitu dahsyat terjadi pada ratusan tahun silam yang menyebabkan tumbuhan habis terbakar.

Terjadinya letusan Gunung Papandayan pada tanggal 11 sampai 12 Agustus 1772 akibat dari letusan tersebut 4 desa yang terdapat disekitar gunung habis rata dengan tanah.

Dan memakan korban sekitar tiga ribu penduduk yang berala disekitar Gunung Papandayan. Bahkan hewan peliharaan ikut terkena dampak dari letusan gunung tersebut.

Kejadian ini membuat jurnalis luar negri tertarik untuk mendeskripsikan meletusnya Gunung Papandayan dan ditulis dalam bukunya yang berjudul Natural Disaster.

Hutan Mati ini terlihat sekilas serikit agak angker dan juga menyeramkan. Meskipun menyeramkannya hutan ini tersimpan keindahan pemandangan yang begitu luar biasa unik karena ratusan pohon cantigi berwarna hitam yang tumbuh diatas material lumpur dari kawah Gunung Papandayan.

Di tempat ini terdapat pula hamparan tanah pasir putih yang terhampas luas disekitarnya. Kabut tipis sering datang didaerah kawasan ini.

Bau belerang dari kawah Gunung Papandayan juga tercium dengan bercampur udara sejuk khas pegunungan.

Lokasi dari Hutan Mati ini tidak terlalu jauh dari pos pendakian yang kedua. Disini pula terdapat banyak warung yang berjualan , sehingga para pendaki bisa beristirahat sekaligus mengisi tenaga ditempat ini. Jangan khawatir akan kelaparan.

Lokasi tepatnya Hutan Mati ini berada di Karamat Wangi, Kecamatan Cisurupan , Kabupaten Garut , Provinsi Jawa Barat.

Letaknya cukup jauh dari pusat kota Garut. Dengan memerlukan jarak tempuh sekitar 69 kilometer dan waktu kurang lebih 3 jam untuk sampai di sana.

Harga tiket yang di patok adalah Rp. 35.000 per orang. Namun itu belom termasuk dengan biaya parkir kendaraan.

2. Larangan Gunung Papandayan

gunung papandayan angin berhembus
sumber gambar : Gunung Papandayan (facebook)

Jangan berperilaku tidak sopan, tidak boleh berkata kasar dan sebagainya pasti sering anda dengar aturan tersebut ketika hendak mendaki.

Banyak pantangan yang memang wajar saat mendaki gunung. Karena gunung adalah tempat yang banyak dihuni oleh makhluk ghaib, sebaiknya para pendaki menaati semua peraturan yang tertera agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Gunung Papandayan memiliki larangan yang unik dan memang terbukti nyata adanya. Larangan itu berkaitan dengan hujan dan angin.

Jika terdapat angin kencang menghembus ke arah pendaki , hal yang harus dilakukan pendaki tersebut adalah diam sejenak dan tidak melanjutkan perjalanan.

Ada kejadian dimana pendaki melanggar aturan ini, dan saat ada angin kencang berhembus ke arah pendaki, pendaki ini tetap melanjutkan perjalanan.

Saat perjalanan tiba – tiba hujan turun begitu deras sehingga para pendaki ini berhenti untuk meneduh hingga hujan reda.

Setelah hujan berhenti, pendaki ini melanjutkan perjalanan. Akan tetapi lagi – lagi angin kencang berhembus menghampiri pendaki hingga 3 kali.

Namun pendaki ini tidak menghiraukannya dan tetap berjalan melanjutkan perjalanan. Akibatnya hujan kembali turun dengan lebih deras dari sebelumnya.

3. Big Foot atau biasa disebut Yeti Gunung Papandayan

yeti gunung papandayan
sumber gambar : pixabay.com

Bulan Desember pada tahun 2006 , warga sekitar lereng Gunung Papandayan di kagetkan dengan kemunculan tapak kaki yang begitu besar yang diperkirakan sebagai tapak kaki milik makhluk yang bernama Big Foot.

Hal ini terjadi di sebuah perkebunan milik warga yang bernama Ahmudin. Warga tersebut menelusuri tapak kaki dengan ukuran besar dan ternyata tapak kaki itu berasal dari lereng gunung atas menuju ke bawah.

Jumlah dari tapak kaki raksasa itu 49  langkah. Dan langkah tapak kaki tersebut terakhir berada pada sisi kolam.

Seolah olah makhluk misterius tersebur masuk dalam kolam dan menghilang begitu saja, bahkan tidak ditemukan lagi jejak tapak kaki tersebut di seberang kolam. Hingga saat ini keberadaan tapak kaki itu masih menjadi misteri yang ada di Gunung Papandayan.

4. Misteri Si Tongki Gunung Papandayan

tenda tongki gunung papandayan
sumber gambar : pixabay.com

Tongki adalah seorang pendaki Gunung Papandayan. Tongki ini mempunyai cerita yang menyeramkan dan cukup terkenal beredar luas dikalangan pendaki.

Namun entah kebenaran cerita ini benar atau tidak masih belom bisa dibuktikan kebenerannya. Banyak yang percaya dengan cerita tersebut.

Awal kisah si Tongki melakukan pendakian bersama dengan teman – temannya menuju Gunung Papandayan. Adapula teman wanita si Tongki yang juga ikut ingin mendaki.

Si Tongki ingin mendekati wanita – wanita tersebut dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Ketika malam hari Tongki berkumpul dengan para teman – temannya di tenda.

Para pendaki ini pun bercerita dan saling bertukar pikiran. Tongki timbul keinginan untuk mencari kesempatan dalam kesempitan dengan mengajak rekannya untuk bercerita tentang horor.

Maksud dan tujuan dari Tongki ini ingin membuat para wanita temannya  merasa takut dan merapat kepadanya.

Mitosnya jika dalam keadaan sedang berada di pendakian gunung dilarang untuk bercerita tentang horor. Larangan ini bertujuan agar penghuni gaib yang ada di gunung tersebut tidak mendengar cerita tersebut dan menakut – nakutinya.

Namun Tongki tidak menghiraukan larangan tersebut dan tetap menceritakan tentang horor. Setelah mereka bercerita tentang horor , Tongki ingin buang air kecil.

Akhirnya pergilah Tongki ke semak-semak untuk buang air kecil. Di tempat ini Tongki justru melihat wanita berpakaian putih melayang dari satu pohon ke pohon lainnya.

Tongki yang penakut ini berteriak dan berlari menuju teman-temannya. Hal ini menjadi pembelajaran bagi para pendaki untuk tidak bercerita horor atau gaib saat sedang mendaki gunung.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

×