BRAMAKHA.COM
Info Gunung dan Wisata

Gunung Panderman 2.045 mdpl Via Dukuh Toyomerto

Pendakian Gunung Panderman

0 164
gunung panderman yang memukau
sumber gambar : @gunung_jawatimur (instagram)

Gunung Panderman merupakan gunung yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur. Gunung Panderman memiliki ketinggian mencapai 2.045 meter diatas permukaan laut.

Nama puncak dari gunung ini yaitu Basundara. Gunung Panderman sangat cocok bagi para pendaki maupun pecinta wisata alam.

Dengan suasana dingin khas Kota Batu dan tentunya pemandangan yang begitu memukau, menjadi daya tarik tersendiri dari gunung ini.

Walaupun ketinggian dari Gunung Panderman tidak terlalu tinggi, namun tetap dibutuhkan tenaga yang lebih jika ingin mendaki gunung ini.

Gunung Panderman terletak pada gugusan Pegunungan Putri Tidur dengan Gunung Butak dan Gunung Kawi.

Jika ingin mendaki Gunung Panderman terdapat 2 jalur untuk menuju puncaknya yaitu :

– Jalur pendakian via Dukuh Toyomerto
– Jalur pendakian via Curah Banteng

Diantara kedua jalur tersebut, jalur resmi yang biasa digunakan adalah jalur pendakian via Dukuh Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Batu.

Sedangkan untuk jalur pendakian via Curah Banteng merupakan jalur pintas yang begitu menantang, sehingga jarang dilewati oleh para pendaki kecuali ingin bersusah-susahan.

Menuju Basecamp Dukuh Toyomerto

Jika anda berasal dari kota Malang awali perjalanan dari Terminal Landungsari naik bus dengan tujuan Malang. Setelah itu turun di Desa Pesanggrahan.

Kemudian lanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek menuju pos perijinan yang terletak di Dusun Toyomerto.

Dari Surabaya awali perjalanan naik bus Terminal Purabaya dengan tujuan Terminal Arjosari Malang. Setelah itu lanjutkan perjalanan menuju Terminal Landungsari (ADL,AL).

Kemudian lanjutkan perjalanan menuju Desa Pesanggrahan. Lanjutkan perjalanan menggunakan ojek untuk menuju pos perijinan Desa Toyomerto.

Namun jika anda memulai perjalanan dari Jogja, naik lah bus yang bertujuan Surabaya, turunlah di Terminal Kombang.

Setelah itu lanjutkan perjalanan naik bus dengan jurusan Malang, turun di Terminal Batu. Kemudian lanjutkan dengan menggunakan ojek ke pos perijinan di Dusun Toyomerto.

Mulai pendakian Gunung Panderman via Toyomerto

Basecamp menuju Pos 1

Jalur dimulai dari depan atau sisi basecamp dengan mengikuti jalur setapak. Kedua jalur tersebut akan bertemu di persimpangan.

Dari basecamp ini para pendaki dapat melakukan pendakian Gunung Panderman dan Gunung Butak. Aliran sumber mata air dapat ditemukan setelah basecamp, karena masih melewati area kebun penduduk.

Trek jalur ini berupa tanah padat dan cenderung landai. Kemudian setelah melewati perkebunan warga, jalur akan melipir bukit dengan vegetasi terbuka hingga memasuki hutan pinus. Di tempat ini jalan setapak mulai menyempit.

Pos 1 atau biasa disebut pos Latar Ombo ini berada pada ketinggian 1.600 meter diatas permukaan laut. Pos ini diberi nama tersebut karena areanya yang sangat luas dan bisa menampung banyak tenda. Sangat cocok untuk beristirahat.

Pos ini sangat cocok untuk digunakan camping. Ketika malam hari pemandangan Kota Batu masih nampak jelas terlihat.

Pos 1 menuju Pos 2

Setelag melewati Pos 1, jalur pendakian Gunung Panderman kembali memasuki vegetasi hutan pinus. Trek yang ada dijalur ini berupa tanah padat. Jalur ini sudah mulai menanjak dengan trek bebatuan

Pos 2 atau biasa disebut Watu Gede terletak pada ketinggian 1.730 meter diatas permukaan laut. Meskipun Pos 2 tidak seluas pos 1, tempat ini lebih teduh dan sejuk dibandingkan dengan pos 1. Karena adanya area datar yang masih terlindungi oleh pepohonan tinggi disekitarnya. Pos 2 ditandai dengan adanya batu besar. Hal ini juga merupakan tanda berakhirnya trek bebatuan di jalur pendakian Gunung Panderman.

Pos 2 menuju Puncak Gunung Panderman

puncak gunung panderman
sumber gambar : @meilanymarta (instagram)

Lanjutkan perjalanan pendakian Gunung Panderman dengan mengikuti jalur setapak di tanah padat menembus hutan.

Jalur yang ada disini memiliki trek menanjak dan banyak dibutuhkan tenaga. Vegetasi setelah pos 2 tidak terlalu lebat hingga tiba di area terbuka.

Pemandangan yang terdapat di area terbuka tersebut adalah Kota Batu. Tidak hanya itu terdapat pula pemandangan Gunung Arjuno hingga Gunung Welirang, hal ini menandakan bahwa puncak Gunung Panderman sudah dekat.

Area terbuka ini memiliki kontur lumayan miring dan lebar, namun bisa untuk beristirahat. Area ini bisa disebut juga sebagai Puncak Bayangan.

Puncak Bayangan terdapat kera abu-abu. Di tempat ini sebaiknya para pendaki lebih berhati-hati, jika terdapat logistik kera tersebut akan menghampiri.

Puncak Bayangan menuju Puncak Basundara

puncak basundara gunung panderman
sumber gambar : @ambrosiusbiru (instagram)

Setelah itu lanjutkan perjalanan menyusuri lereng yang terbuka. Jalur ini akan melewati tepi jurang, menyusuri rimbunan perdu yang membentuk terowongan.

Treknya pun berupa tanah padat bercampur akar-akar pohon yang telah di huni para kera abu-abu. Puncak Basundara terletak pada ketinggian 2.045 meter diatas permukaan laut.

Areanya datar, lapang dan terbuka. Puncak Gunung Panderman ditandai dengan tugu bendera serta patok penanda Puncak Basundra.

Di tempat ini biasanya digunakan untuk camp karena areanya luas dan datar. Puncak Basundra terdapat juga kera abu-abu namun jumlahnya jauh lebih banyak dibanding dengan kera abu-abu yang berada di Puncak Bayangan.

Hal ini dikarenakan kera abu-abu menghuni area puncak sebab lokasinya yang strategis, dan juga terdapat banyak logistik dari para pendaki.

Hal yang harus diperhatikan ketika mendaki Gunung Panderman :

kera abu abu gunung panderman
sumber gambar : @pixabay.com

– Melengkapi kebutuhan logistik terutama air karena mendekati pos 1 hingga puncak tidak terdapat sumber air.

– Terdapat dua area parkir yaitu parkir bawah dan parkir basecamp. Jarak kedua parkir ini cukup jauh. Jika anda membawa kendaraan motor matic wajib parkir di parkiran bawah untuk keamanan dan kenyamanan.

– Warung yang terdapat di dekat basecamp hanya buka pada saat akhir pekan atau hari libur dan tutup di hari biasanya. Sebaiknya para pendaki menyiapkan logistik yang cukup.

– Pada saat musim kemarau, jalur pendakian Gunung Panderman cukup berdebu dan sangat panas ketika siang hari. Sebaiknya membawa pelindung kepala dan masker.

– Jangan lupa menjaga kelestarian alam dan tidak membuang sampah sembarangan. Sebaiknya membawa kembali turun sampah.

– Ketika ingin melakukan camp di Puncak Bayangan atau Puncak Basundara, sebaiknya memasukkan logistik ke dalam tenda dengan aman agar tidak dimakan oleh kera abu-abu.

– Kera abu-abu yang terdapat di puncak tidak akan menggangu jika tidak diganggu. Boleh memberi makan asal tidak meracuni kera tersebut.

– Untuk memulai pendakian dari basecamp terdapat jalur di sebelah kiri dan kanan warung. Kedua jalur tersebut akan bertemu di persimpangan. Ikutilah jalan yang menanjak.

– Biaya simaksi sekitar Rp.10.000 per orang

Leave A Reply

Your email address will not be published.

×